Network Security

Network Security

Network Security – SESINDO adalah singkatan dari Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia. Seminar ini diadakan per tahun (annually).Seminar tahun 2011 dan 2013 terintegrasi dengan ISICO (Seminar Internasional Sistem Informasi yang juga diadakan oleh jurusan sistem informasi ITS Surabaya).

SESINDO 2013 akan dilaksanakan pada tanggal 3 – 4 Desember 2013.Namun beberapa agenda penting akan diadakan sebelum tanggal itu.Berikut tanggal penting SESINDO 2013

Pengumpulan Abstrak
 4 Februari – 5 Mei 2013
Pengumuman Penerimaan Abstrak  13 Mei 2013
Registrasi Awal  13 Mei – 18 September 2013
Registrasi Reguler  19 September – 27 November 2013
Full Paper  13 Mei – 23 Juni 2013
Pengumuman penerimaan Full Paper  15 Juli 2013
Full Paper Fix  15 Juli – 19 Agustus 2013

Untuk penulisan paper ada 6 topik, dari keenam topik itu akan dibreakdown menjadi subtopik.Salah satu topik SESIND0 2013 adalah Network Security.Seminar Nasional network security Bali 2013

Keamanan jaringan (Bahasa Inggris: Network Security) dalam jaringan komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas network security dikontrol oleh administrator jaringan.

Segi-segi keamanan didefinisikan dari kelima point ini. Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang. Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang. Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan. Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.

Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama :

a. Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.

b. Interception Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.

c. Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.

d. Fabrication Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.

Ada beberapa prinsip yang perlu dihindari dalam menangani masalah keamanan : diam dan semua akan baik-baik saja, sembunyi dan mereka tidak akan dapat menemukan anda, teknologi yang digunakan kompleks/rumit, artinya aman

SEMINAR NASIONAL SISTEM INFORMASI INDONESIA 2013 Facebook Twiter RSS
Marquee Powered By Know How Media.